ABOUT US

Foto saya
VISI : menjangkau jiwa bagi Tuhan Yesus, dalam Filipi 2:10-11: ”Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah Bapa! ” MOTTO : "Hati untuk melayani” MISI nya adalah sebagai berikut : a. Untuk menjangkau generasi bagi Tuhan Yesus b. Untuk membina kerohanian generasi agar bertumbuh dalam Kristus : (1) Mengadakan persekutuan/ibadah atau kelompok sel di Lembaga Pendidikan, Lembaga Pemasyarakatan dsb. (2) Menyampaikan kesaksian dalam bentuk vocal Grup, drama, dan cerita sekolah minggu untuk anak-anak. (3) Mengadakan pembinaan mis. Retreat, Rekreasi Rohani, KKR, Konser Rohani, dsb. c. Untuk menjadi berkat bagi banyak orang : (1) Mengadakan Bakti Sosial di Lembaga Sosial dll (2) Menerbitkan dan membagikan buletin rohani yang diberi nama Ex’eqesa IPK yang merupakan salah satu karya dari Heart Ministry creative tim.
Tampilkan postingan dengan label Ex'eqesa IPK edisi 1 (01-10-08). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ex'eqesa IPK edisi 1 (01-10-08). Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

"RUANG KESAKSIAN"


SELAMAT JALAN “Christin Chandra”

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah di dengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Di balik kekurangannya terdapat sukacita. Itulah kata-kata yang dapat kukatakan kepada seorang gadis remaja berumur 18 tahun “Christin Chandra” atau biasa dipanggil "ALEK”. Aku mulai mengenalnya sejak tahun 2003. Dia anak ke-3 dari 4 bersaudara. Dan merupakan anak perempuan satu-satunya dikeluarganya. Kedua orangtua dan saudara-saudaranya sangat menyayangi Christin. Pertama kali aku mengenalnya, ia adalah seorang anak yang penakut. Kehidupannya berbeda dengan teman-temannya yang lain. Ia memang memiliki kekurangan yang tidak dimiliki teman-teman yang normal lainnya. Tubuhnya gemetaran, keringat bercucuran ketika ku sapa dan ku tanya siapa namanya. Ia menjawabku dengan penuh ketakutan. Hatikupun tersentak seketika itu juga dengan penuh belas kasihan.

Hari terus berganti, setelah 1 minggu kuputuskan untuk dekat padanya. Aku ingin tahu tentang apa yang dialaminya. Pendidikan yang ia peroleh hanya sampai di bangku kelas 3 SD. Guru di sekolah mengatakan bahwa IQ yang ia miliki amat rendah dan dibawah rata-rata normal sehingga dianjurkan untuk tidak lagi melanjutkan sekolah. Aku bertekad untuk mengajarinya membaca dan menulis serta membuat beberapa keterampilan. Hal yang terpenting yang kuajarkan kepadanya ialah berdoa, membaca Alkitab mulai dari kitab Mazmur dan mengucap syukur serta meminta pertolongan Tuhan Yesus. Mulai saat itu ia pun perlahan-lahan mulai akrab dan dekat denganku. Aku sering mengajaknya jalan-jalan sambil minum jus. Tawa dan canda terlihat diwajahnya. Ia tampak senang dan amat gembira. Suatu hari ia berkata kepadaku “Kak..., mulai hari ini kakak jadi cece aku ya...Jadi aku panggil kakak dengan cece aja, OK cece?!” Dan kujawab “Ya...Lek Lek (aku tersenyum padanya).” Ia begitu menyayangiku demikian juga aku. Selain jalan-jalan, aku juga sering mengajaknya ikut dalam kegiatan-kegiatanku sehari-hari dan ia sangat senang bila dapat berjalan bersamaku.

Tidak terasa waktu terus berlalu. Usianya pun bertambah. Banyak perubahan yang terjadi dalam dirinya yang bagiku semua adalah mujizat dari Tuhan. Kini ia bisa membaca dan menulis bahkan ia dapat menggunakan handphone pemberian orangtuanya. Dia memiliki banyak teman dan menjadi seorang pemberani bukan penakut. Semua itu Mujizat!!!! Ia pun seorang yang rajin dalam ibadah. Aku juga mengajaknya bergabung dalam tim pelayanan Heart Ministry. Ia sering menemaniku untuk melayani di lembaga pemasyarakatan anak dan dewasa. Terakhir ia membantu tim menyiapkan dan membuat tempat lilin candle light untuk acara workshop pengembangan diri pada tanggal 14 Juni 2008 yang lalu. Waktu itu ia kelihatan sangat senang dan bersukacita.
Tapi kini tawa canda itu tak tampak lagi, sejak kecelakaan yang merengut nyawanya karena terjatuh di dekat rumahnya. Kini seorang yang dulunya penakut dan sekarang menjadi pemberani telah bersama dengan Bapa di Sorga. Tawa canda yang kekal diperolehnya bersama Yang Kuasa. Allah memberikan jalan terbaik dalam kehidupannya. Kebahagiaan kekal ia peroleh dalam Yesus Kristus di Sorga.

Selamat jalan Christin Chandra.... Kami semua menyayangimu Lek.... (Uli)

Pkh 3:11
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”


In Memorial
Mengenang alm. Christin Chandra
TTL : Pontianak, 1 Januari 1990
Meninggal : Pontianak, 22 Juni 2008

“Yang telah pergi, tetapi tetap dikenang......”



TTD. Heart Ministry

“M E N G E N A L R E B A N A”

Pernahkah anda mendengar alat musik yang bunyinya gemerincing yang disebut rebana? Dalam artikel ini saya akan membahas tentang asal usul rebana, apa arti dan fungsi rebana dan mengapa bermain rebana.
Kata rebana, konon berasal dari kata ''Robbana'', yang berarti ''Tuhan kami''. Rebana disebut juga tambourine. Rebana atau tambourine adalah salah satu jenis alat musik yang di tulis di Alkitab yang dimainkan ketika kita memuji dan menyembah Tuhan. Rebana juga dipakai untuk mengiringi tarian dan nyanyian rakyat. Disebut juga ‘Adai-Adai‘ oleh masyarakat Melayu berketurunan Brunei di daerah Papar. Pukulan rebana serta nyanyian Adai-Adai diadakan untuk merayakan pesta atau menyambut tamu kehormatan.
Tambourine bentuknya bundar dan memiliki selaput di salah satu sisinya, selaput itu bisa berupa kulit binatang atau plastik mengkilap yang disebut hologram. Bunyi tambourine dengan selaput hologram lebih nyaring dari pada yang terbuat dari kulit binatang atau plastik transparan. Pada sisi keras tempat kita memegang tambourine terdapat 1 atau 2 gemerincing berwarna perak seperti warna sendok dan garpu. Ukuran tambourine bermacam-macam, ada yang disebut tambourine anak-anak dan tambourine dewasa. Bedanya ialah dari diameter dan berat. Namun pembuatannya tetap sama.
Ada beberapa jenis rebana, yaitu :

1. Rebana besar
Rebana besar adalah rebana satu muka yang terbesar yang pernah ada dalam musik masyarakat Melayu. Kayu atau potted type dibuat dari kayu yang keras seperti merbau.
Permukaannya yang berukuran dalam 80 cm - 100 cm pada garis lintang, diregangkan dengan kulit kerbau yang berfungsi untuk menimbulkan suara, disebut juga sounding body. Rotan yang dibelah dua digunakan sebagai bahan ekustik utama bagi proses penegangan kulit dan diperkokoh dengan kayu-kayu yang juga berfungsi sebagai alat peneyeimbang nada. Lukisan yang bermotifkan alam seperti bunga-bungaan diwarnai dengan berbagai corak warna sebagai simbol serta kehalusan estetikanya.
Namun demikian, di negeri Kelantan (Malaysia) terdapat juga sejenis musik rakyat yang menggunakan Rebana Besar. Istilah ini disebut Rebana Ubi. Secara fisik rebana ubi mempunyai bentuk yang sama seperti rebana besar, tetapi berukuran lebih kecil dan menggunakan bahan akustik yang sama dalam proses pembuatannya dengan pembuatan rebana besar. Bingkai gendangnya mempunyai lubang yang berbentuk seperti pasu. Tetapi permukaan besarnya telah ditutup dengan kulit lembu sebagai membrannya atau bahan bunyi.

2. Rebana mangkuk
Rebana Mangkuk juga termasuk dalam jenis gendang yang hanya memiliki satu membran tempat untuk dipukul. Bingkainya terbuat dari mangkuk yang digunakan untuk mengumpul susu getah. Biasanya mangkuk-mangkuk tersebut dibuat dari tanah Hat. Pada permukaannya ditutup dengan beberapa lapisan getah sebagai bahan bunyi menggunakan kaedah siratan rotan dan bahan pelekat. Untuk menegangkan lapisan getah itu, dua keping berbaji kayu dimasukkan secara berlawanan pada bagian bawah alat kemudian diketatkan. Berbaji kayu ini berfungsi sebagai alat tala bagi rebana seperti yang dipergunakan dalam Rebana Ubi dan sebagainya.
Rebana Mangkuk dipukul dengan sebatang kayu khusus yang ditutupi dengan getah. Rebana Mangkuk dianggap sebagai alat musik eksperimental yang di kategorikan sebagai rebana tradisional yang lain.
Sedangkan di kalangan masyarakat Brunei dikenal juga sejenis gendang kecil yang disebut ‘gendang labik‘ dan ‘dombak‘, yaitu sejenis gendang satu muka. Sedangkan bagi masyarakat Brunei yang berdomisili di Sabah, gendang rebana sering juga disebut ‘rempana‘.
Setelah kita memiliki gambaran jenis-jenis tambourine, kita akan beralih pada kegunaan tambourine dan mengapa bermain tambourine. Apakah tambourine atau rebana itu berkenan di hadapan Tuhan? Ayat-ayat dibawah ini memberi petunjuk mengenai kegunaan rebana, diantaranya :
- Kejadian 31:27 Mengapa engkau lari diam-diam dan mengakali aku? Mengapa engkau tidak memberitahu kepadaku, supaya aku menghantarkan engkau dengan sukacita dan nyanyian dengan rebana dan kecapi?
Dalam ayat di atas bercerita tentang Laban yang sedang berbicara kepada Yakub. Dalam hal ini, ia hendak menari-nari sambil membunyikan tambourine atau rebana sebagai tanda sukacita.
- Keluaran 15:20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.
Dalam ayat ini, penarinya adalah para perempuan yaitu Miryan dan perempuan lainnya, mereka menari-nari dengan membunyikan rebana.
- 1 Samuel 10:5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi.
- 2 Samuel 6:5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
- Mazmur 150:4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
Semua ayat yang di atas menandakan bahwa rebana dipakai untuk mengiringi tarian.
Ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari ayat-ayat tersebut yakni mengapa kita bermain tambourine:
1. Alat musik tambourine atau rebana adalah alat musik yang diperintahkan oleh Tuhan untuk digunakan karena tertulis di dalam Firman Tuhan.
2. Tambourine menandakan adanya suasana sukacita, kebahagiaan dan kemenangan.
3. Tambourine digunakan untuk memuji dan menyembah Tuhan, untuk menyatakan kebesaran-Nya.
4. Tambourine menandakan adanya sebuah perayaan. Maka dari itu, tambourine dimainkan dalam ibadah raya untuk merayakan kemenangan umat percaya atas iblis.
Selain rebana, alat-alat musik yang disebutkan dalam Alkitab dapat dibagi menjadi tiga golongan utama: alat musik bertali, alat musik tiup, dan alat musik pukul.
1. Alat musik bertali, yaitu : kecapi (Ibrani: kinnor), gambus (Ibrani: nevel), rebab (Aram: sabbekha), serdam (Aram: sumponya).
2. Alat musik tiup, yaitu : seruling (Ibrani: khalil), sangkakala (Ibrani: qeren), nafiri.
3. Alat musik pukul, yaitu : giring-giring (Ibrani: pa'amon), ceracap (Ibrani: met-siltayim), rebana (Ibrani: tof).

Jesus bless you.

By. Ps. Christian Jose Alexander, B.Sc

MELAYANI SEPERTI YESUS

Jika Tuhan mau! Ia dapat memilih orang tampan, pintar, cerdik lalu meminjam tubuh itu dan dalam sekejap mata berubah menjadi sosok yang sakti mandraguna dan kuasanya dapat membuat bumi bergelora sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mensangsikan dan meragukan pelayanannya, bahkan Tuhan tidak perlu banyak orang untuk terlibat dalam usaha transformasi dunia. Tetapi itu bukan cara kerja Allah. Ia mau supaya banyak orang terlibat dalam pelayanananya dan melayani “seperti Yesus”.

Tuhan memanggil seseorang dalam ladang pelayanannya dengan cara yang unik dan keunikannya sulit ditulis dalam sebuah difinisi. Misalnya; Keduabelas murid itu direkrut dengan cara dan dari latarbelakang yang berbeda-beda. Ada yang pintar, ada yang biasa-biasa saja. Ada yang dinamis tetapi ada juga yang lamban. Ada yang pro-aktif dan ada juga yang pasif, tetapi semua diterima sebagai murid dan ia mau supaya semua murid itu melayani seperti dirinya yaitu seperti Yesus.

Seperti apa hati Yesus??. Hatinya begitu murni sedangkan kita penuh dengan kepentingan diri sendiri; Ia tenang kita selalu gelisah; Ia melihat segalanya dari kacamata rohani sedangkan kita serba jasmani. Rasul Petrus menjadi saksi mata dan menggambarkannya sebagai ”anak domba yang tak bercela” (1 Petrus 1:19) itu juga yang mendorong Rasul Paulus berkata kepada orang Filipi ” hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5) Betapa sulitnya kata-kata itu diterapkan dijaman ini. Yesus melayani murni untuk kepentingan ’kerajaan Allah’ tetapi tidak sedikit hambanya dimasa kini melayani untuk ’kerajaannya sendiri’. Yesus Kristus memperlihatkan muzijatnya kepada manusia agar manusia mengenal Allah, tetapi hambanya dimasa kini ’melakukannya’ untuk memperkenalkan diri dan kelompok atau sinodenya -tidak melayani seperti Yesus.

Jika Yesus mau, bisa ! dimasa penjelmaannya ia mengadakan sarana pelayanan serba mewah; Kereta kuda Emas, lengkap dengan pengawal dan para malaikat jadi pelayannya. Tetapi apa yang dikatakannya sangat sulit diterima oleh telinga kita masa kini, katanya: ”serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk membaringkan kepala-Nya” (Lukas 9:58) Ayat ini pasti tidak mengajarkan kepada kita untuk anti terhadap materi, Yesus juga memerlukan makan, minum dan fasilitas pelayanan. Untuk itu, Ia juga memerlukan uang, tetapi Ia mau agar kita bersyukur atas semua yang ada dan tidak menjadi ’hamba uang’. Melayani tanpa beban, berbicara tanpa hambatan. Siap berkorban. Inilah yang disebut ”Melayani seperti Yesus”. GBU.......

Oleh : Pdt. Mesakh Amen, S.Th

MENJADI PRIBADI YANG BERHATI MULIA

Syalom… bagaimana kabar kita dalam minggu ini? Jawaban yang seharusnya ialah luar biasa. Sudahkah kita melihat sejenak lingkungan sekitar kita? Zaman sekarang ini kebanyakan kasih setiap orang sudah pudar. Orang lebih mementingkan kepentingan sendiri. Masing-masing sibuk dengan kegiatan dan pekerjaannya. Sehingga kita lupa, ternyata kita hidup pada lingkungan sosial yang bermasyarakat. Lingkungan yang harus saling memperhatikan. Tidak mudah menemukan orang yang tulus hati dan mulia. Namun seorang yang bernama Yusuf Arimatea tidaklah demikian. Ia memiliki hati yang mulia dan dapat menjadi contoh bagi kita semua. Ada beberapa kunci menjadi pribadi yang berhati mulia yakni :

1. Semakin Meninggi semakin merendah
Yusuf Arimatea berasal dari Arimatea. Ia adalah seorang yang kaya (Mat 27:57), pekerjaannya ialah sebagai anggota Majelis Besar yang terkemuka (Mark 15:43). Namun ia yang menurunkan mayat Tuhan Yesus dan mengapaninya. Yusuf Arimatea memiliki kekayaan dan jabatan yang terkenal, tetapi ia melakukan pekerjaan yang bagi kebanyakan orang sulit dilakukan yaitu mengurus mayat.
Salomo yang adalah seorang Raja yang terkenal dengan harta yang melimpah namun ia menulis dalam Amsal 22:1 ”Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar...”
Demikian dengan hidup setiap kita, mungkin kita tidak penuh dengan harta yang melimpah tetapi kita memiliki kedudukan, jabatan, orang yang disegani, orang yang paling cakap karena berpengetahuan lebih, seorang pimpinan, seorang yang sukses dan terkenal. Semuanya boleh kita miliki, namun Tuhan mau kita tetap bersikap seperti Yusuf Arimatea. Semakin meninggi semakin merendah sama artinya dengan kerendahan hati. Tidak mudah untuk rendah hati, tetapi setiap orang yang percaya dituntut akan hal ini. Roh Kudus yang memberi kemampuan kepada kita untuk dapat menjadi seorang yang rendah hati. Punya harta yang banyak, punya nama, jabatan semua itu boleh kita miliki ’No Problem”. Ingatlah!... Semakin meninggi semakin merendah.

2. Memiliki Keberanian dan Sikap Hormat
Yusuf Arimatea berani menghadap Pilatus (Gubernur Palestina yang menghukum Yesus disalib) dan meminta mayat Yesus (Mrk 15:43). Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis waktu itu (Luk 23:51). Dalam Yoh 19:38 dikatakan bahwa Yusuf Arimatea sembunyi-sembunyi karena takut. Akan tetapi kata ”sembunyi-sembunyi” sesungguhnya berarti ”menghormati” (kata aslinya ”phobon”). Yusuf Arimatea berani meminta mayat Yesus dan ia menghormati keputusan tentang hukuman Yesus.
Seorang pemberani adalah seorang yang dapat menghargai dan menghormati bukan karena otot yang kekar. Seorang pemberani adalah orang yang tidak takut menghadapi masa depan.

Apakah kita seorang pemberani?... Allah mau kita menjadi orang yang berani tapi bukan berani karena kuat. Ia ingin kita berani menghadapi masalah, berani mengahadapi masa depan, dan berani mengahadapi kegagalan. Allah menanungi kita dengan kuasaNya, maka itu jangan kita takut dan gentar. Jadilah...seorang yang berani dan yang dapat menghormati.
Apabila kita bekerja dengan jujur berarti kita berani dan menghormati kepintaran.
Apabila kita berbicara dengan lemah lembut berarti kita berani dan menghormati tata krama.
Apabila kita tepat waktu dalam pekerjaan berarti kita berani dan menghormati tanggung jawab.
Apabila kita mengakui kesalahan berarti kita berani dan menghormati diri sendiri.
Apabila kita melawan kekecewaan berarti kita berani dan menghormati hidup.
Apabila kita melawan dosa berarti kita berani dan menghormati Allah.

3. Sebagai Murid yang Memiliki Hati
Yusuf Arimatea adalah seorang yang baik dan benar (Luk 23:50). Ia adalah murid Yesus yang menanti-nantikan Kerajaan Allah (Mat 27:57; Yoh 19:38; Mark 15:43). Hati yang dimiliki oleh Yusuf Arimatea adalah:

a. Mengutamakan Perkara Rohani
Sebagai murid, ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. Dalam bahasa aslinya ”mau berada atau tinggal bersama Allah”. Yusuf Arimatea memiliki kerinduan bersekutu di dalam Kristus.
Daud menulis ”Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu, daripada seribu hari di tempat lain (Maz 84:11a).”
Bagaimana dengan kita? Apakah kita rindu bersekutu dengan Tuhan kita? Sudahkah kita mengutamakan perkara-perkara Kristus (Kol 3:1-3)?... Atau kita merasa bosan berada di hadirat Tuhan dengan duduk dan menyembah Dia? Saudara...Jangan sampai hobi, kesenangan, kegemaran kita lebih di utamakan. Jangan sampai pekerjaan, kegiatan, ataupun keluarga/urusan rumah tangga menjadi yang utama dalam hidup kita. Tuhan Yesus menginginkan setiap pribadi lebih mengutamakan Dia. Allah mau kita senang dan suka akan hadiratNya karena berada dekat Allah ada kekuatan dan sukacita serta penghiburan. Tidak ada tempat lain yang dapat kita temukan seperti di dalam Yesus. Jadi...Siapa yang akan kita utamakan?
Mari miliki hati yang mengutamakan Kristus dan perkara-perkara rohani.

b. Hati yang Peduli
Dalam keempat Injil mencatat bahwa Yusuf Arimatea yang mengurus mayat Yesus. Yusuf Arimatea begitu perduli dengan Yesus. Ia lebih mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Ia perduli akan keadaan orang lain.
Alkitab juga menceritakan seorang Samaria menolong orang yang dirampok di jalan. Padahal sebelumnya ada seorang Lewi dan Imam yang lewat di jalan itu. Orang Lewi dan Imam adalah orang-orang yang melayani di dalam Bait Allah. Namun, seorang Samaria yang dikenal berasal dari kaum kafir dan penjahat inilah yang lebih perduli akan sesamanya (Luk 10:33).

Apakah kita perduli dengan sesama? Sudahkah kita menolong orang di sekitar yang kesulitan? Sudahkah kita memberi semangat kepada mereka yang patah semangat? Kepedulian mendatangkan sukacita yang tak terkatakan. Kepedulian menghasilkan lingkup persahabatan yang luas.

Jangan hanya berpikir saja. Mari menjadi pribadi yang berhati mulia. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.


Oleh : Yulian K. Takarendehang, S.Th

HATI-HATI PEMURTADAN!!

(Matius 24:3-14)

Matius 24 : 3-14, adalah agenda profetik yang Tuhan sampaikan bahwa menjelang akhir zaman akan ada : peperangan, kelaparan, bencana alam, aniaya, penyesatan dan banyak orang yang murtad.

Murtad “Skandalon” artinya : Terjerat
Seperti burung terjerat perangkap, banyak orang tidak menyadari hidup dalam pemurtadan (ayat 10)
• saling menyerahkan (berdiri di pihak berlawanan)
• saling membenci (hidup dalam kepahitan)
Bagaimana agar tidak terjerat dalam dosa pemurtadan?

PAHAMI PEMICUNYA (ayat 12a)
Kedurhakaan (tidak taat akan Firman) adalah pemicu seseorang masuk dalam perangkap hidup dalam permusuhan dan kebencian / kepahitan sehingga kasih kebanyakan orang menjadi dingin.
a. Di durkahi orang
b. Kita durhaka
c. Kita durhaka dan di durkahi orang

PERKUAT DIRI DALAM PERSEKUTUAN DAN FIRMAN (ayat 11)
Hidup dalam pembinaan rohani yang sehat melalui gereja anda, di mata Tuhan menempatkan kita untuk dibimbing secara rohani. Hidup dalam ketaatan dan mempraktekkan setiap pengajaran dalam komunitas ilahi, melayani dan bertumbuh bersama dan digembalakan.

KOBARKAN KASIH MULA-MULA (ayat 12b)
Kasih adalah obat bagi hati dan jiwa kita, kasih menyatukan kembali kita dengan Tuhan dan kita dengan sesama. Dalam kasih ada kekuatan, keindahan dan kebaikan.

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”
Ibrani 10: 24-25


Oleh : Pdt. Didik Wahyudi, S.Th

KUNCI KESUKSESAN

(Mzm 1:1-6)

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang mau menempuh kehidupannya dengan biasa-biasa saja, apalagi mengalami sesuatu yang dinamakan kegagalan. Sudah pasti semua orang ingin apa yang dicita-citakan dan dilakukannya berhasil dan berjalan mulus tanpa ada masalah. Setiap hari ingin mengalami kemajuan bukan kemunduran, dan semakin menjadi orang yang luar biasa dipemandangan Tuhan.

Tuhan sendiri menginginkan supaya semua anak-anakNya menjadi berhasil seturut kehendak dan rencanaNya, seperti yang dikatakan Firman Tuhan di dalam Ulangan 28:13 “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”. Firman Tuhan janjikan bahwa kita akan menjadi kepala bukan ekor, artinya anak-anak Tuhan akan menjadi orang yang luar biasa, bukan orang yang biasa-biasa saja apalagi menjadi orang yang gagal! Tuhan janjikan kita semua yang tinggal di dalamnya akan menjadi berhasil dan sukses!
Tetapi, bagaimanakah arti pemahaman sukses atau keberhasilan yang sesungguhnya itu? Kita melihat banyak orang menyalah artikan kata sukses dengan meraihnya memakai segala cara. Banyak orang menjadi terobsesi untuk meraih kesuksesan atau keberhasilan tanpa memikirkan baik atau buruknya pekerjaan yang sedang dikerjakan.
Saudara….setujukah anda jika saya mengatakan “orang yang tidak pernah melakukan kesalahan adalah orang yang tidak pernah mengalami kegagalan”??

Jawabnya tidak, saudara! Kebalikan dari itu, orang yang sukses di dunia ini, ketika mereka baru memulai suatu usaha, sering kali akan membuat kesalahan dan mengalami kegagalan. Dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan itulah ia akan belajar terus, untuk dapat memaksimalkan kemampuan yang ia miliki dan jangan pernah putus asa, tetapi justru kesalahan dan kegagalan itulah akan menjadikan ia bangkit dan terus maju. Bagi orang-orang seperti itu maka “Kegagalan ada sukses yang tertunda”. Dari kegagalan itu, setiap orang akan terus maju, terus berjuang dengan tidak henti-henti.
Daud, Yunus, Matius dan Petrus serta tokoh-tokoh Alkitab lainnya juga pernah mengalami kegagalan dan juga pernah membuat kesalahan. Tetapi ketika mereka tidak berhenti untuk berjuang memperbaiki kesalahan dan kegagalan yang mereka buat, akhirnya….hidup mereka di pakai secara luar biasa oleh Tuhan menjadi alatNya. Saya dan saudara mau dipakai secara luar biasa juga oleh Tuhan. Amin!!!!

Orang-orang berkata kesuksesan dan keberhasilan dapat tercapai dengan “bekerja melampaui batas maximal/kemampuan”. Banyak orang Kristen yang meninggalkan waktu-waktu ibadahnya, dan justru lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor untuk bekerja, bekerja dan bekerja terus sampai larut malam. Tidak jarang pekerjaan-pekerjaan di kantor harus kita bawa pulang dan masih dikerjakannya di rumah. Setiap malam kita lembur dengan pekerjaan-pekerjaan kita, ketika capek, ngantuk, lelah dan letih terasa, kita langsung tertidur dan lupa untuk mengambil waktu-waktu kita untuk bersaat teduh. Setiap hari disibukkan dengan pekerjaan kantor sehingga hari minggu pun masih bekerja dan kita melupakan waktu-waktu kita ke gereja untuk beribadah. Ingat!!! Firman Tuhan di Ibrani 10:25 katakan “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Dalam terjemahan Alkitab bahasa sehari-hari berbunyi “Hendaklah kita tetap berkumpul bersama-sama, dan janganlah lalai seperti orang lain. Kita justru harus lebih setia saling menguatkan, sebab kita tahu bahwa tidak lama lagi Tuhan akan datang.”

Mari kita renungkan sejenak, apa gunanya bekerja melampaui batas maksimal kemampuan kita jika kita melupakan pencipta kita? Apa gunakan bekerja keras jika kita menjauh dari Allah yang adalah sumber berkat bagi hidup kita? Mzm 127:2 “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah -- sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur”.

Saudara….Kunci kesuksesan dan keberhasilan bagi setiap orang percaya adalah setia dan taat kepada Tuhan. Mengandalkan Tuhan disetiap keadaan. Firman Tuhan katakan “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mzm 1:3) Renungkanlah FirmanNya, taat dan setia….utamakan Tuhan di dalam hidupmu….maka apa saja yang diperbuah oleh tangan kita, akan BERHASIL!!!!! Kunci kesuksesan dan keberhasilan kita adalah jangan pernah menyerah dan utamakan Tuhan di atas segala-segalanya….
Amin.


By : Yonathan Heriyanto Lee, ST, Th.M

DI TOLAK TETAPI TIDAK TERTOLAK

(1 Tawarikh 4:9-10)


Banyak orang mengalami kecewa dalam hidupnya, kekecewaan yang dialami seringkali disebabkan oleh karena merasa tertolak, tersingkir, tidak dipedulikan, diabaikan, merasa tidak dihargai, baik oleh orang tua, anak, pasangan hidup, atau oleh teman, sahabat, pacar, rekan dalam pelayanan, rekan dalam pekerjaan dan lain sebagainya.
Oleh karena merasa tertolak, banyak orang mengambil keputusan yang salah dalam hidupnya. Ada yang menutup diri, sebaliknya ada yang hidup dalam kepura-puraan, menjadi pemarah, pendendam dan tidak sedikit yang hidup dalam keadaan sakit hati berkepanjangan.

Jika tertolak dialami oleh anak-anak muda, biasanya lari ke hal-hal yang cenderung merusak dirinya, harga diri, dan masa depannya. Dengan melakukan tindakan-tindakan negatif seperti hidup bergantung kepada OBAT-OBATAN TERLARANG, HOMOSEKSUAL, LESBIAN, HIDUP DALAM SEKS BEBAS, LARI DARI RUMAH. Hal itu terjadi karena depresi akibat tekanan yang dialaminya. Dan mereka cenderung menjauhi kehidupan rohani. Dan tidak sedikit yang mengakhiri hidupnya dengan cara BUNUH DIRI. Padahal kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.
Siapa YABES dalam 1 Tawarikh 4:9-10? Yabes adalah seorang yang memiliki kepribadian tertolak. Karena sejak dalam kandungan ibunya dia telah dikutuki dan di tolak. YABES di tolak oleh ibunya karena dianggap anak sial yang banyak membawa masalah dan penderitaan bagi orang tuanya.

Arti kata YABES adalah DIBUATNYA BERDUKACITA. Tetapi menjadi berbeda bagi YABES yang walaupun dia ditolak tetapi tidak merasa tertolak, melainkan dia menganggap hidupnya sangat berharga. Hal tersebut bisa dilihat dari hidup YABES yang berhasil, hidup dalam kemenangan dengan menjadi penguasa banyak daerah. Hidupnya diberkati berlimpah-limpah dan yang lebih dahsyat lagi hidupnya DIMULIAKAN lebih dari saudara-saudaranya. Bahkan Tuhan selalu menjawab doa-doanya.

Hal itu terjadi dalam hidup YABES karena ada beberapa hal yang dimiliki olehnya :

1. YABES BERANI MENATAP MASA DEPAN DAN BELAJAR MELUPAKAN MASA LALUNYA YANG MENYAKITKAN
Tidak ada orang yang tidak punya masa lalu. Semua orang memilikinya, baik yang baik maupun yang buruk. Masa lalu tidak dapat diubah. Namun, bukan berarti menjadi penghalang untuk maju. Justru masa lalu dapat menjadi pengalaman yang membuat kita lebih baik lagi.

2. YABES TIDAK MENGHUKUM DIRINYA OLEH KARENA TUDUHAN HATI NURANINYA TERHADAP MASA LALUNYA
Oleh karena hidup dalam keadaan tertolak seringkali hati nurani menuduh terus menerus untuk tidak melakukan hal-hal yang baik dan positif. Sehingga sulit untuk melangkah maju dan mengalami keberhasilan.

3. YABES BERANI MENATA HIDUPNYA TANPA DIPENGARUHI OLEH MASA DEPANNYA
Jika kita ingin menjadi orang besar harus berani menghadapi tantangan yang besar. Karena keberhasilan yang dicapai oleh seseorang tidak terlepas dari harga yang harus dibayar. Tentunya dengan bersandar sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan, seperti yang dilakukan oleh YABES terlihat dalam doa-doanya.

4. DIBUTUHKAN HATI YANG BERSIH UNTUK MELUPAKAN MASA LALU DAN MENATA MASA DEPAN
Jika kita hidup benar dan memiliki hati yang bersih, hidup sesuai Firman Tuhan sebagai kebenaran serta melakukan segala kehendakNya, maka Tuhan akan campur tangan dalam hidup kita. Kemenangan demi kemenangan dan keberhasilan demi keberhasilan akan menjadi bagian kita.

Marilah kita belajar hidup seperti YABES, yang walaupun ditolak sejak dalam kandungan tetapi tidak merasa tertolak, sehingga hidupnya tidak dipengaruhi oleh keadaannya itu, justru sebaliknya hidup penuh pengharapan, karena dia tahu Tuhanlah yang memberi keberhasilan kepadanya.

“TUHAN ITU DEKAT KEPADA ORANG-ORANG YANG PATAH HATI,DAN IA MENYELAMATKAN ORANG-ORANG YANG REMUK JIWANYA” Mzm 34:19


Oleh : Pdm. Tasina Wahyudi, S.Th

PANDANGAN TUHAN YESUS TENTANG KEBAHAGIAAN

(Matius 5:1-12)

Semua orang ingin bahagia, boleh dikata bahagia adalah tujuan hidup setiap orang, dan bahagia pada umumnya di ukur dengan : kekayaan, keamanan dan kesehatan.
Hal di atas tidak salah, tetapi sangat rapuh bila tidak disertai pandangan yang benar tentang kebahagiaan. Kita harus belajar dari pandangan Yesus tentang kebahagiaan. Mengapa?
• Pandangan kita belum tentu benar, tetapi Tuhan Maha Tahu
• Pandangan kita akan mempengaruhi sikap, tindakan dan tingkah laku kita

1. Bahagia Mereka yang Berpikir “Akibat”
Maksudnya : selalu memikirkan apa akibatnya sebelum melakukan sesuatu, apakah negatif atau positif
• Bila negatif, dibuang walau enak, karena ada akibatnya
• Bila positif, lakukan walau terasa berat, karena ada upahnya (ayat 3, 4, 6, 10, 11, 12)

“Mereka yang berpikir apa akibatnya sebelum melakukan sesuatu berpikir tentang masa depan. Mereka tidak saja kaya di bumi tetapi juga di Sorga.”

2. Bahagia Mereka yang Terus “Menabur”
Yang dimaksud adalah menabur hal-hal baik, karena akan menuai kebaikan.
• Menabur kelemahlembutan akan memiliki bumi (ayat 5)
• Menabur kemurahan hati akan memperoleh kemurahan (ayat 7)

“Mereka yang lemah lembut dan murah hati, terus menabur kebaikan akan mengalami keamanan sampai kekekalan.”

3. Bahagia Mereka yang Mengutamakan “Rohani”
Segala sesuatu yang jasmaniah adalah fana dan terus menurun kualitasnya. Tetapi yang rohani kekal dan makin indah / mulia. Mana yang kita harus utamakan? Hal-hal rohani yaitu:
• Kesucian hati, akan melihat Allah (ayat 8)
• Pembawa damai, akan disebut sebagai anak-anak Allah (ayat 9)

“Mereka yang menjaga hatinya tetap suci dan hidup damai penuh kasih tidak saja sehat jasmani tetapi juga rohani.”


Oleh : Pdt. Didik Wahyudi, S.Th

MENJAGA HATI

(Amsal 4:23)

“Menata hati, menata kehidupan”

Semua manusia pasti ingin bahagia, hidup tenang dan damai setiap hati, sehingga banyak sekali usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mencapainya, tapi tak sedikit pula manusia yang sulit mencapainya. Barangkali mereka lupa, bahwa kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian yang sesungguhnya hanyalah ada ditangan Tuhan.

Sadarkah anda bahwa Ia adalah Tuhan Yang Maha Pengasih yang selalu mengasihi semua mahluk tanpa pilih kasih, tanpa kenal pamrih? Dari sinilah harus kita sadari bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik dan selalu menerangi setiap manusia dengan cahaya kasihNya. Karena itulah setiap makhluk mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat hidup bahagia. Tapi mengapa manusia masih ada yang merasa belum bahagia padahal Allah selalu mengasihinya, menerangi hatinya dengan cahaya kasihNya? Yang menjadi masalah adalah hati anda sendiri. Anda sendirilah yang menutup hati. Apa yang menutupi? Marah, iri hati/dengki, sombong, sakit hati, dendam, benci, ingin dipuji, keserakahan dan masih banyak lagi yang lain-lainnya.

Bagaimana caranya membuka hati? Tinggal buka tutupnya. Caranya? “Jaga hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Lewat pengenalan dan pemahaman akan firman Tuhan.

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”
(Amsal 4:23)

Setiap perjalanan hidup manusia selalu ditemukan masalah dan pergumulan dalam hati. Dari hati setiap keputusan-keputusan diambil. Keputusan itu di sertai dengan sebab dan akibat yang menentukan jalan hidup setiap umat manusia. Jalan manusia memiliki ujung dan pangkal. Pangkal itu awal dari setiap perjalanan atau masalah, sedangkan ujung adalah hasil yang akan kita temui dikemudian hari, berupa keputusan-keputusan yang berasal dari hati.
Proses untuk menjadi pengikut Yesus tidak berhenti pada momen pertama dimana hati kita mengambil suatu keputusan menyerahkan hidup kepadaNya. Mungkin saja sebelum keputusan mengikut Yesus, dulunya mengalami banyak proses. Contoh, ditentang dan dilarang keras oleh keluarga sampai di pukul habis-habisan dan berlinang air mata dsbnya. Semua proses itu bisa dihadapi setiap orang. Kuncinya untuk dapat menang dari tantangan sepanjang perjalanan tersebut hanya satu, yaitu dengan menjaga hati.

Permasalahan dan pergumulan hidup tidak bisa dihindari oleh semua orang. Mungkin saja dengan cara itu, Tuhan ingin melihat anak-anakNya maju dan Tuhan juga mau melihat seberapa besar cinta manusia kepadaNya. Dan seberapa besar manusia mempersembahkan hatinya kepada Tuhan. Menjaga hati adalah suatu tantangan yang sulit. Mampukah kita?
“Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yeremia 17:9, suatu gambaran kejinya hati manusia yang melawan Tuhan dengan sengaja). Yeremia adalah seorang nabi yang hidupnya pernah merasakan pergumulan hidup terutama pergumulan di dalam hati yang sangat melelahkan. Ia lelah, menelan segala amarah Tuhan untuk disampaikan kepada bangsa Israel yang meninggalkan Tuhan.

Tantangan bagi setiap kita adalah “menjaga hati”. Setiap hari, setiap waktu dan dalam setiap keadaan, tidak dengan melihat bagaimana status sosial kita, tidak melihat hebatnya kita, yang terpenting adalah menjaga hati. Apakah hati kita dapat merasakan pergumulan hati Tuhan seperti yang dirasakan Yeremia dalam hatinya? Ataukah hati kita sudah mengeras seperti bangsa Israel yang tidak peduli dan telah menyakiti hati Tuhan.

Saat ini, biarlah hati kita selalu melekat kepada Tuhan, mari…mulailah mendengar dan merasakan apa kata hati Tuhan yang Ia gumulkan bagi kita. Jaga hati kita melalui tindakan dan tingkah laku kita. Bergaul karib selalu denganNya, tekun berdoa, dan merenungkan Firman Tuhan. Lakukan tindakan-tindakan iman untuk memberkati orang banyak. Dengan begitu setiap kita akan dibentuk dan dijadikanNya indah. (CJ)

MENGUCAP SYUKUR

(1 Tes 5:16-18)

Saudara… apa artinya syukur? Kata syukur sama artinya dengan terima kasih. Jadi kata ucapan syukur itu sama dengan ucapan terima kasih. Nah…kalau begitu apa artinya mengucap syukur?  Kadang kala manusia tidak begitu mengerti dengan arti mengucap syukur. Ketika manusia itu tidak mengerti maka secara otomatis ia tidak akan melakukan tindakan mengucap syukur tersebut. Orang yang hidupnya sungguh-sungguh di dalam Tuhan pasti tahu arti mengucap syukur. Dan sudah pasti di sepanjang hari, ketika ia bangun pagi untuk mengawali hari-harinya, yang dilakukannya pertama adalah mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala hal. Ia akan berdoa dan menaikkan ucapan syukur kepada Tuhan atas apa yang telah ia dapatkan sepanjang kehidupannya ini.

Satu pertanyaan yang akan dilontarkan adalah mengapa kita harus memprioritaskan mengucap syukur dalam kehidupan kita? Seperti yang dikatakan diawal tadi bahwa ketika kita baru bangun di pagi hari, orang yang telah sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus akan menaikkan doa dan ucapan syukurnya terlebih dahulu sebelum memulai kegiatannya sepanjang hari itu. Setuju tidak kalau ketika kita telah mempercayakan hidup kita ke tangan Tuhan, artinya kita percaya bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan kita?  Kalau kita mengatakan bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan kita, artinya Tuhan juga adalah sumber berkat. Dan apa saja yang Tuhan berikan dalam hidup kita adalah yang terbaik. Amin?

Kadang kala kita masih sering melakukan hal-hal yang menurut kita baik. Tapi kita tidak pernah berpikir bahwa semua yang menurut kita baik belum tentu baik bagi orang lain apalagi bagi Tuhan. Kita selalu menuntut hal-hal baik yang terjadi dalam hidup kita. Dan terkadang kita melupakan bahwa rencana Tuhanlah yang terbaik dari semua itu. Kadang kita menginginkan rencana yang lebih besar daripada rencana Tuhan untuk hidup kita. Dari semuanya itu, baik atau tidak baik, cukup atau tidak cukup, puas atau tidak puas, kita harus bersyukur karena Tuhan akan selalu ada dalam kehidupan kita. Jangan lupakan bahwa rencana Tuhan itu selalu indah bahkan dari awal kita diciptakan sudah indah. Jangan pernah selalu menuntut yang terbaik untuk kita. Tapi selalu bersukacita, berdoa dan mengucap syukurlah di setiap keadaan.

Ucapan syukur kita adalah ungkapan dari hati kita untuk berterima kasih kepada Tuhan atas segala hal yang terjadi dalam hidup kita, baik suka maupun duka. Jangan tinggalkan waktu dimana kita masih mampu mengucap syukur. Hal yang luar biasa di dalam hidup kita adalah ketika kita mampu mengucap syukur di masa-masa senang dan sulit bahkan di setiap keadaan. (YL)

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus Bagi kamu” 1 Tes 5:18

MENJADI BINTANG (Be A Star)

Pribadi : “Matahari, kapan kamu merasa bahagia?”
Matahari : “Ketika saya memberikan kehangatan dan terang bagi dunia”

Pribadi : “Burung, kapan kamu merasa bahagia?”
Burung : “Ketika saya menyanyikan lagu yang indah”

Pribadi : “Pohon, kapan kamu merasa bahagia?”
Pohon : “Ketika orang2 berteduh di bawah rimbunnya daunku”

Pribadi : “Mama, kapan saya akan merasa bahagia?”
Mama : “Ketika kamu berhasil menjawab panggilan hidupmu anakku”


Apa artinya menjadi seorang bintang?
Bagaimanakah seorang bintang itu dimata Tuhan?
Biasanya…kalau bicara tentang bintang, didalam pikiran kita pasti berpikir kalau seorang bintang adalah seorang yang berprestasi luar biasa, dikagumi banyak orang karena kesuksesannya, orang yang hebat dan terutama, orang yang bisa membuat orang lain iri hati dan orang yang tidak mudah dilupakan.

Saudara…menjadi bintang tidak berarti harus menjadi orang yang sombong. Kita harus tetap menjadi bintang dengan sikap rendah hati, dan seorang bintang tuch ngak perlu merasa bahwa dia lebih penting dan hebat daripada orang lain.

Saudara…apa benar Tuhan menghendaki kita menjadi bintang?? Nah…saat ini mari kita liat dan baca bersama2 di Fil 2:14-15 “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia”

Tuhan ingin kita menjadi orang yang menonjol, tidak sama dengan serupa dengan orang2 lain, sehingga kita bercahaya layaknya seorang bintang. Di mata Tuhan, seorang bintang adalah orang yang berhasil di dalam panggilan hidup yang telah Tuhan tentukan. Tuhan tidak memanggil kita sekedar setia tetapi kita harus menghasilkan buah. Dan caranya berbuah adalah berkarya sesuai panggilan hidup kita. Seorang bintang adalah seorang yang berkarya dan berbuah lebat (Yoh 15:1-8). Disaat kita berbuah, disaat itulah kita merasakan sukacita luar biasa (Yoh 15:11).

Be a star, kita dipanggil untuk menjadi bintang2 Tuhan, sekaranglah saatnya untuk memulai perjalanan menuju ke sana!! (NV)

Ams 22:29
”Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina”

KATA ORANG

(Ayub 42:1-6)

Kebanyakan orang lebih mendengar apa yang dikatakan orang lain daripada percaya pada dirinya sendiri. Padahal belum tentu kata-kata orang lain itu benar. Orang akan lebih mudah mempercayai kata-kata negatif orang lain yang kurang membangun rohaninya.

Berbeda dengan Ayub, orang yang dikenal saleh dan jujur serta memiliki segala harta kekayaan. Namun, atas seijin dan sepengetahuan Allah, Ayub menderita penyakit barah yang busuk. Ketiga teman Ayub berpendapat bahwa apa yang dideritanya ialah karena kesalahan dan dosa Ayub maka Tuhan Allah menghukumnya dengan menimpakan penyakit barah yang busuk. Bahkan, istri Ayub sendiri mempersalah-kan Tuhan atas semua yang diderita Ayub. Tetapi, Ayub menunjukkan kepercayaannya yang teguh kepada Allah. Ia tidak cepat untuk menanggapi apa yang dikatakan teman-temannya dan istrinya. Ia tetap setia pada Allah di dalam penderitaannya itu. Hingga akhirnya, Tuhan memulihkan keadaan Ayub dan memulihkan segala harta milik yang ia punyai.

Saya dan saudara harus meneladani apa yang diperbuat Ayub. Jangan mudah untuk mendengarkan apa kata orang.... Ketika hidup saudara diperhadapkan dengan penderitaan, Apakah hatimu tetap bersandar pada Yesus? Atau engkau mempersalahkan Tuhan atas situasi yang terjadi hanya karena kata orang? Jangan pernah mendengarkan kata orang yang tidak membangun rohani setiap kita. Percayalah penuh pada Tuhan Yesus. Tuhan kita setia pada kita, tunjukkan juga kesetiaan kita pada Dia dalam segala keadaan...”Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapanNya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” (Uli)

”Apa yang orang lain katakan tentang dirimu belum tentu sesuai dengan kehendak Allah”


MENJADI TENANG

(1 Petrus 4:7)

Beberapa waktu yang lalu, saya hendak ke sebuah toko membeli barang. Sampai di tengah jalan, saya melihat seorang tukang becak sedang asyik tidur dengan nyenyaknya. Tukang becak itu tidur dengan tenang tanpa rasa beban apapun di tengah ramainya jalan. Ia tidak terganggu sedikitpun. Padahal ia memiliki pekerjaan yang menurut saya cukup sulit karena harus mengayuh becak sepanjang hari dan tentunya memerlukan tempat yang tenang untuk dapat tidur nyenyak, namun kenyataannya tidaklah demikian. Saya kagum karena tukang becak itu dapat tidur tenang di manapun ia berada.

Siapa yang tidak mau hidup tenang? Orang percaya juga mendambakan ketenangan. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada setiap kita mengenai ketenangan. Ketenangan hati hanya diperoleh dengan menguasai diri sendiri. Ketika seseorang mampu menguasai dirinya maka ia akan memperoleh ketenangan. Menguasai diri berarti mengendalikan diri dari segala emosi, hawa nafsu, pikiran negatif dan kekuatiran.
Setiap anak-anak Tuhan, Allah ingin setiap kita mampu mengendalikan diri dengan mengandalkan kekuatan kuasa Tuhan. Ia ingin dalam segala kondisi dan situasi setiap kita dapat menjadi tenang. Hal terburuk sekalipun, Ia ingin anak-anakNya tetap tenang menghadapinya. Ketika kita menjadi tenang maka yang harus dilakukan ialah berdoa dan menyerahkan segala perkara kehidupan kepada Dia, Yesus Kristus (Fil 4:13). Ia akan memulihkan secara total ketenangan hati dan jiwa kita. (Uli)

”Mari datang kepada Juruselamat yang memberi ketenangan hati setiap kita”

1 Pet 4:7
“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa”

PEMBERIAN TERBAIK

(Matius 26:6-16)

Pada satu waktu Yesus diundang ke perjamuan makan disebuah kota yang sering dikunjungi Yesus yaitu Betania. Disitu ada Maria yang memecahkan buli-buli pualam yang berisi minyak narwastu yang mahal dan dicurahkan ke atas kepala Yesus (ayat 7). Perbuatan Maria ini dianggap sebagai satu pemborosan oleh murid-murid Yesus (ayat 8), tetapi kebalikannya, Yesus menganggap perbuatan Maria ini sebagai perbuatan yang berkenan dihadapanNya (ayat 10).

Yudas Iskariot salah satu murid Yesus yang paling tidak menyukai perbuatan Maria karena ia menganggap Yesus tidak pantas mendapatkan perlakuan istimewa seperti itu. Dan tidak heran kalau banyak orang Kristen yang bertindak seperti Yudas. Kita hanya memboroskan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Kita banyak memboroskan untuk untuk kesenangan pribadi. Dipertanyakan, kenapa kita tidak memboroskan uang untuk Tuhan? Padahal apapun yang kita lakukan harusnya menunjukkan sejauhmana kita mengenal dan mengasihi Tuhan. Dan sampai sejauh mana kita mau memberikan yang terbaik kepada Tuhan.

Maria memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Dan apa yang sudah kita berikan kepada Tuhan? Pemberian terbaik apa yang sudah kita persembahkan kepada Tuhan? Yang jelas, Tuhan tidak pernah mempermasalahkan sebanyak apa jumlah yang telah kita beri, melainkan seberapa besar sikap hati kita yang rela memberikan sesuatu yang terbaik kepada Dia. Sudahkah kita memberikan yang terbaik kepadaNya selama hidup kita ini?  (NV)

Mat 26:10
“Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku”.

BUKA DULU TOPENGMU

Keberadaan identitas diri seseorang bisa saja berubah tanpa adanya tanda-tanda dan peringatan terlebih dahulu seperti datangnya badai besar dan tsunami.

Bisa saja orang yang biasanya rajin ke gereja, aktif pelayanan dan berkarunia roh, tiba-tiba menjadi sadis dan membunuh sesamanya dengan perkataan-perkataan yang sangat keji, dan sumpah serapah yang terucap dari bibirnya menghujam langsung ke jantung dan memporak-porandakan hati sesamanya yang sebelumnya teduh menjadi hancur sehingga orang tersebut tidak berdaya.

Saudara….Orang masa kini gampang membunuh sesamanya bukan lagi dengan kemarahan yang meledak-ledak atau dengan senjata tajam. Namun hanya dengan senyuman manis tanpa tanda-tanda emosi yang menyala-yala di hati dan dalam hitungan detik bisa langsung bereaksi melakukan pembantaian yang terencana!

Mungkin diwaktu senggang masih sedang tertawa gembira, tetapi dalam hitungan detik, sahabat kita bisa saja sudah mati seketika. Ini adalah realita hidup, bukan fatamorgana atau imajinasi kita. Di zaman sekarang ini, tidak dipungkiri bahwa masih banyak anak Tuhan yang menjadi aktor dan aktris palsu.

Banyak sekali “aktor-aktor” ganteng dan “aktris-aktris” cantik yang aktingnya luar biasa memukau sehingga hal-hal buruk yang mereka lakukan tidak diketahui orang lain. Amsal 31:30: “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia,... “

Contoh : raja Salomo yang banyak menghadapi wanita-wanita cantik di jamannya waktu itu, tetapi setelah diketahui, wanita-wanita itu ternyata hanya terlihat cantik di luarnya saja. Samuel adalah seorang nabi yang masih bisa tertipu dengan penampilan lahiriah, 1 Samuel 16:7 mengatakan : " .... Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Saudara….orang yang rajin ke gereja atau yang memiliki jabatan di dalam Gereja yang masih punya iri hati, tinggi hati dll, belum tentu cantik dari luar dan dalam hatinya. Wajah, status dan kedudukan, semuanya tidak menjamin! Tapi percayalah kepada Tuhan dan orang yang benar-benar takut akan Tuhan dalam sikapnya yang rendah hati dan penuh kasih. Markus 4:22 berkata “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap”.

Buka dulu topengmu!!!! Mulailah bertobat sebelum dipermalukan didepan orang banyak. Pertobatan dimulai dari hati yang selalu hati-hati dalam setiap perkataan, tingkah laku dan mau rendah hati, mau menerima masukan, kritikan dan saran. Tidak asal-asalan mengambil satu keputusan dengan memberi vonis kepada sesamanya padahal dirinya sendiri belum tentu baik  (YL)

BUKA DULU TOPENGMU!!!! …..

Yoh 1:47 ………"Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

TEMPAT TERHORMAT

(Lukas 14:7-11)

Tidak ada seorang pun yang ingin memperoleh kedudukan yang rendah. Banyak dari setiap kita baik besar dan kecil, semua ingin dikenal, semua ingin memperoleh kedudukan yang tinggi. Orang akan berlomba-lomba hanya untuk memperoleh kedudukan.

Tuhan Yesus memberikan perumpamaan bagaimana banyak orang yang datang ke pesta perkawinan, dan orang-orang ingin duduk di tempat yang terhormat. Tetapi kemudian, ada seorang yang diminta untuk pindah ke tempat yang lebih rendah atau di belakang.
Hidup orang percaya terkadang juga demikian. Orientasi hidup kita ingin terus memperoleh kedudukan tinggi, dekenal, dihormati, dan ingin terus dihargai. Hal tersebut tidaklah salah, namun jika itu semua berorientasi untuk diri sendiri, hal itu salah. Kita menjadi marah jika orang lain lebih baik dari kita, itu salah... Firman Tuhan mengatakan dalam Lukas 14:11 ”Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Belajarlah untuk bisa rendah hati. Bisa menerima keadaan orang lain, posisi, kedudukan orang-orang yang melebihi kita.

”Tempat Terhormat” tentu semua mau. Namun, Tuhan mau kita bukan menjunjung diri kita, bukan ingin mendapat kehormatan di dunia ini. Allah mau kita mengutamakan tempat terhormat yaitu diam dalam hadirat Tuhan. (Uli)

”Aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaanNya”
Maz 73:28

”Tempat Terhormat Bagi Orang Percaya adalah Hadirat Allah Yang Terus Menaungi Kehidupannya”

HIDUP SENDIRI

(Matius 26:14-16; 26:47-48)

Syalom.......tentunya setiap orang tidak mau hidup menyendiri. Setiap kita hidup di lingkungan sosial yang bermasyarakat. Rugi dong kalo kita tidak memiliki sahabat/teman.....ya kan......

Ada seorang yang bernama Yudas Iskariot seorang murid Yesus. Dari 12 murid Tuhan Yesus, Yudaslah seorang yang senang akan kesendirian. Yudas senang untuk berpikir sendiri, melakukan sesuatu dengan keputusan sendiri. Sampai suatu waktu dalam ayat 14-16 menceritakan bahwa Yudas berpikir dan telah menjual Yesus seharga 30 keping perak. Kesendiriannya berakibat buruk bagi dirinya sendiri. Yang akhirnya, Iblis menguasai seluruh hidupnya. Yudas mati bunuh diri dalam kesendiriannya.

Kisah Yudas menjadi suatu pelajaran bahwa hidup ini tidaklah mampu kita jalani sendiri. Sebagai umat pilihan, ingatlah...Yesus tidak pernah jauh dari kita. ”Tak seorang pun dapat memisahkan kita dari kasih Allah”. Jangan pernah mengandalkan kehebatan, kekuatan, kepuasan diri sendiri. Tetapi, andalkanlah Kristus dalam segala hal dalam hidup kita.

Sebagai orang percaya, jangan pernah menjauhkan diri dari sahabat-sahabat/teman-teman di sekitar kita dan yang terpenting persekutuan bersama rekan-rekan seiman (Ibr 10:25 ”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”).

Dengan tetap membangun persekutuan dengan sahabat-sahabat kita maka semangat menjadi termotivasi. Kita akan merasa kuat karena banyak orang yang turut mendoakan kita.
Kita harus menjaga hati dan pikiran kita agar tetap terfokus pada Kristus. Jangan biarkan Iblis mencuri kesendirian kita. Utamakan Kristus di atas segalanya. Ketika permasalahan dan pikiran sedang kacau, berdoalah....jangan sampai Iblis yang mengambil kesempatan. Jadi, Jangan Mau Hidup Sendiri.... (Uli)

”Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.....”

“SISI LAIN”

(Mazmur 12:33-37)

Di televisi kita melihat ada satu acara yang diberi tema “SISI LAIN”. Berbicara tentang sisi lain dari segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Begitu juga dengan kehidupan pribadi kita. Kehidupan kita memiliki dua sisi yang sangat berbeda. Satu sisi yang boleh dijadikan contoh untuk kehidupan orang lain dan satu sisi yang harus ditinggalkan supaya tidak merusak hidup kita. Contoh : Mungkin ada beberapa diantara kita yang membenci orang tua kita karena orang tua sering memarahi bahkan mungkin berbuat kasar. Atau mungkin membenci tetangga kita yang sudah menyakiti kita. Atau membenci rekan bisnis yang sudah merebut tender perusahaan kita.

Ilustrasi : Joe sangat membenci orang tuanya. Ia adalah anak tunggal. Dan sejak kecil ia tidak diperhatikan oleh orang tuanya. Papa dan mamanya sibuk dengan urusan kantor. Selain tidak diperhatikan oleh orang tuanya, Joe sering diperlakukan kasar oleh papanya. ia sering dipukuli dan menjadi tempat pelampiasan dikala papanya sedang emosi. Mamanya juga sering marah-marah dirumah. Dengan berjalannya waktu, Joe memendam kebencian dan mengatakan bahwa seumur hidupnya ia tidak akan pernah mengampuni orang tuanya.

Tetapi tiba-tiba ketika ia sedang berdoa, terdengar ada yang berbisik di telinganya dan berkata, “janganlah melihat orang tuamu dari sisi lain. Jangan melihat orang tua sebagai orang tua yang tidak baik. Tapi lihatlah dari segi orang tua yang bertanggung jawab, yang memenuhi kebutuhan, yang setia dan yang peduli akan masa depanmu dan ingatlah akan kebaikan orang tuamu. Belajarlah untuk mengampuni. Dan belajar juga untuk melupakan masa lalu. Belajar juga melihat sisi positif dari orang tuamu maka kamu akan mengerti bahwa orang tuamu sangat menyayangi kamu seperti Aku juga sayang kepadamu”. Dan sejak saat itu, Joe merasakan sejuknya kasih dan damai sejahtera Tuhan dalam hidupnya.

Firman Tuhan mengajarkan supaya kita saling mengampuni. Ingat akan doa yang diajarkan Tuhan Yesus di dalam Mat 6:12 “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”.
Lihatlah dari sisi yang baik, tinggalkan sisi yang buruk, dan kita akan melihat kebaikan dan kasih Tuhan dalam hidup kita. (YL)

“Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal....Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat”.
Matius 12:33, 35

INDONESIA PERLU KAU....

Roma 12:9-21

Peristiwa demi peristiwa melanda Indonesia. Dari bencana alam diberbagai daerah, peristiwa kenaikan harga sembako dan BBM. Disusul subsidi BBM yang tidak mencukupi di beberapa daerah di Indonesia, kemudian peristiwa WNI yang bekerja di luar negeri yang pulang dalam keadaan telah meninggal dunia, dan akhir-akhir peristiwa-peristiwa sadis juga melanda Indonesia, contoh kasus Ryan yang merampok dan membunuh korbannya dengan sadis, kasus mutilasi di beberapa daerah....dsbnya. Juga teringat kembali akan kasus Munir, seorang aktifis HAM yang diracuni dalam perjalanan ke Belanda. Dari sekian banyak peristiwa yang telah terjadi, semuanya ini perlu perhatian khusus dari siapa? Jawabannya mudah....semua kejadian tersebut memerlukan perhatian khusus dari kita semua.
Sementara kita sedang asyik beribadah memuji Tuhan di gereja, sibuk mempersiapkan acara-acara gereja, konser rohani, KKR dsbnya, apakah kita sempat memikirkan mereka yang sedang menangis dan berduka di luar sana, mereka teraniaya atas nasib yang menimpa mereka? Apakah kita sadar bahwa masih banyak orang-orang yang hidupnya menderita di luar sana? Dan apa saja yang telah dilakukan Indonesia untuk mereka? Apakah kita hanya berdoa saja? Hanya dengan berdoa? Atau ada langkah-langkah lain yang dapat Indonesia lakukan? Apakah dengan membagikan sembako? Membagikan sembako dapat dilakukan semua orang yang memiliki uang kan?
Saudara...Indonesia butuh orang-orang yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran disertai dengan kasih yang sungguh-sungguh dan tanpa meminta imbalan. Benar-benar murni dengan kasih yang tulus. Indonesia membutuhkan orang yang dengan sungguh hati memperjuangkan nasib bangsa dan mau mencurahkan kehidupannya untuk menerbitkan terang kasih Kristus. Indonesia membutuhkan kita sebagai anak-anak terang untuk menyatakan kebenaran, keadilan dan untuk menyatakan cinta kasih Kristus bagi sesama. Indonesia perlu anak-anak terang yang menggarami dunia. Jangan hanya duduk diam, tapi bangkitlah, terangi dunia dengan kasih mula-mula. Muliakan Yesus melalui kehidupan kita. Amin! (NV)
“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita,
dan menangislah dengan orang yang menangis!”
Roma 12:15

SUNGGUH AMAT BAIK

(Kejadian 1:31)

Pernahkan saudara membaca buku ”Anak Perdamaian” karya Don Richardson? Dalam buku itu menceritakan dua suku primitif yang ada di Irian Jaya (kini ”Papua”) yang bertikai karena salah satu suku memiliki hutang kepada suku yang lain. Suku-suku itu dikenal membunuh secara sadis dan memakan daging manusia. Tetapi, ketika sepasang misionaris datang kedaerah itu yakni Don beserta istrinya maka suasana menjadi berubah. Perlahan-lahan mereka diajarkan untuk tidak berperang dan membalas dendam. Melalui pengangkatan seorang anak yang menjadi pendamai bagi kedua suku tersebut. Pertikaian pun dapat diatasi. Bahkan mereka dimenangkan dan percaya kepada Tuhan Yesus. Keadaan menjadi baik dan tidak ada masalah.
Allah menciptakan dunia ini sangat unik. Sampai daerah yang jauh sekalipun Allah tetap mengasihi umatNya. Kehidupan orang percaya tetap dalam jangkauan Allah. Dalam hidup kita, mungkin tidak seperti yang dialami oleh orang-orang primitif yang menghadapi situasi yang ganas dan mengerikan. Kita baru mengalami situasi yang tidak menyenangkan dalam pekerjaan, sekolah atau keluarga. Tapi, kita sudah merasakan perang yang mengerikan. Ingatlah, Allah menciptakan setiap kita sungguh amat baik. Dari awal Ia menciptakan manusia, Allah mengatakan bahwa sungguh amat baik. Segala situasipun, Dia ciptakan sungguh amat baik. Selalu ada jalan keluar menuju situasi yang baik bersama Kristus. Pertanyaan bagi kita:
• Siapa yang lebih kita percayai? Kristus atau situasi yang sulit?
• Siapa yang lebih kita percayai? Kristus atau pikiran yang negatif?
• Siapa yang lebih kita percayai? Kristus atau diri sendiri?
Ingatlah! Allah selalu dekat dengan kita. Tidak peduli daerah tempat kita tinggal susah di jangkau. Dimana pun kita berada, semua hal, semua situasi, semua keadaan, semua berita, semua keinginan, Allah menjadikan semua sungguh amat baik (Filipi 4:8). (Uli)


”Manusia adalah ciptaan Allah yang paling berharga, tentu semua yang dialami manusia sungguh amat baik”